Klasifikasi Tingkat Sangrai Biji Kopi dengan Electronic Nose Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan 

Writer(s) : Andi Muh. Agung Alif Hidayat | Zahir Zainuddin | Christoforus Yohannes

Teknik Informatika | Teknik Informatika S1

PDF
Login required to download this file
Abstract

Kopi yang telah disangrai akan membentuk senyawa gas pada biji kopi, sebagian besar yang terbentuk adalah karbon dioksida (CO2). Kopi memiliki beberapa jenis antara lain kopi robusta, kopi arabika, kopi ekselsa, kopi tubruk, kopi latte dan kopi luwak namun pada penelitian ini hanya menggunakan jenis kopi robusta dan arabika. Setiap jenis tingkat sangrai biji kopi memiliki aroma khas tersendiri. Sehingga dibutuhkan suatu alat untuk dapat membedakan secara cepat dan tepat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan tingkat sangrai biji kopi berdasarkan aroma yang terdapat didalamnya. Dataset yang digunakan untuk melakukan klasifikasi tingkat sangrai biji kopi robusta dan biji kopi arabika diperoleh dari hasil pengambilan data dari hasil perancangan miniatur Electronic Nose. Adapun data yang dikumpulkan berjumlah 900 data, dimana 720 data digunakan dalam tahap training dan 180 data digunakan dalam tahap testing. Penelitian ini menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan dengan Electronic Nose. Dari hasil pengolahan model didapatkan hasil True Positive untuk masing-masing tingkat kematangan sangrai kopi yaitu 44 untuk Light, 55 untuk Medium dan 57 untuk Dark. Tingkat akurasi yang didapatkan dalam mengklasifikasikan tingkat kematangan kopi yang telah disangrai adalah 86%.